'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

JOMBLO MULIA NIKAH BERKAH
Home » WORKSHOP

aisyiyahbontang.org - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Bontang bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Bontang bidang Majelis Kader menyelenggarakan seminar pra nikah dengan tema: “Jomblo Mulia, Nikah Barokah”, pada ahad, 22 mei 2016 lalu bertempat di gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. A.Yani Bontang.FB_IMG_1464004479191

Acara ini mengundang seluruh elemen remaja di kota Bontang, mulai dari rohis SMA/SMK, Ikatan Remaja Masjid (Irma), hingga aktifis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta aktifis organisasi ekstra kampus yang ada di Bontang.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh ketua PDA Bontang, Dra. Endah Sri Wahyuni. Disela-sela sambutannya beliau berpesan agar para remaja dapat menjaga dan menahan diri (baca:berpuasa) dari berbagai macam godaan yang menghampiri, sehingga terhindar dari berbagai kenakalan remaja. Tak kalah pentingnya, beliau juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Nasyiatul Aisyiyah dan Majelis Kader PDA yang telah merancang, mempersiapkan hingga terselenggaranya kegiatan positif ini. Beliau berharap, baik NA maupun PDA dapat bersinergi dalam memberi pendidikan melalui seminar dan pelatihan khususnya kepada generasi muda Bontang agar dapat menekan tingkat kenakalan remaja seperti free sex, narkoba, dll.

Seminar pra nikah ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama disampaikan oleh ustadzah Hj. Jumawati yang mengupas tentang Etika Pergaulan Remaja dalam Perspektif Islam. Dimana Islam melarang adanya ikhtilat, yaitu bercampur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya. Selanjutnya, beliau juga menjelaskan bahwa ada empat syarat dalam memilih pasangan yaitu; 1. Karena hartanya, 2. Karena keturunannya, 3. Karena kecantikannya/ paras, 4. Karena agamanya. Selain itu beliau juga membahas tentang tradisi didalam pernikahan yang tidak terdapat dalam hadist nabi Muhammad,SAW. Yang dinilai sebagai perbuatan mubazir dan memberatkan keluarga mempelai pengantin. Antara lain seperti prosesi tunangan, menginjak telur, melempar beras, dan lain sebagainya. Dimana hal-hal tersebut tidak pernah diajarkan oleh nabi Muhammad,SAW.

Sesi kedua, disampaikan oleh narasumber dr. Hari Prasetya (Direktur Rumah Sakit Islam Bontang). Pada penyampaiannya, beliau membahas tentang kesehatan reproduksi remaja. Beliau mengatakan,bahwa bagian reproduksi akan optimal pada usia tertentu. Maka, menikah terlalu muda atau terlalu tua memiliki efek negative bagi kesehatan fisik maupun mental (baca:psikis). Selanjutnya dr. Hari juga menjelaskan bahwa masa-masa remaja yang biasa disebut masa pubertas, adalah masa dimana emosi seseorang tidak stabil, sehingga lebih mudah marah,atau berkata-kata kasar. Hal ini dikarenakan meningkatnya hormon testoteron dan hormon estrogen. Maka perlu bagi kita selaku orang tua untuk memahami serta mengarahkan perilaku anak-anak remaja kita agar selalu memiliki akhlak yang baik.

Sesi terakhir disampaikan oleh bapak Suda’I dari Bimbingan Masyarakat Kemenag Bontang. Yang dalam sesi ini beliau menyampaikan materi tentang perundang-undangan, yang mengatur pernikahan, dan administrasi yang harus dilengkapi untuk mengajukan nikah di kantor KUA. Selanjutnya beliau mengatakan bahwa yang seharusnya menjadi wali nikah atau yang menikahkan mempelai pengantin adalah ayah kandung si mempelai wanita, sementara penghulu hanya bertugas mencatat pernikahan tsb. Namun, kondisi di masyarakat pada umumnya, banyak yang meminta penghulu sebagai wali hakim untuk menikahkan mempelai. Sebelum beliau mengakhiri materinya, beliau memperlihatkan data jumlah pasangan yang menikah dan pasangan yang bercerai dikota Bontang sepanjang tahun 2014 – 2015. Beliau berpesan agar para remaja yang akan melangsungkan pernikahan dapat menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh para peserta seminar. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa dijadikan agenda rutin karena selain menambah wawasan dan keilmuan, dalam kegiatan seperti ini pula para remaja dapat bersilaturahmi antar remaja dari berbagai elemen organisasi di kota Bontang. *(Lf)

Shared Post: